Beranda » Sienta » Sienta Ramaikan Pasar Mobil MPV Indonesia

Sienta Ramaikan Pasar Mobil MPV Indonesia

Dipublish pada 9 June 2016 | Dilihat sebanyak 1.409 kali | Kategori: Sienta

Sienta Ramaikan Pasar Mobil MPV Indonesia

Toyota Bali – Merajalela di dunia selama 13 tahun (sejak 2003), Toyota Sienta akhirnya mendarat ke Indonesia. PT Toyota Astra Motor (TAM) membawa Sienta generasi kedua untuk diperkenalkan buat publik Tanah Air, pada ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) 2016, April lalu.

Keputusan TAM meluncurkan Sienta di Indonesia tentu dengan alasan yang tepat. Persaingan di pasar MPV (mobil multguna) sudah semakin ketat, dan masyarakat Indonesia masih menunjuk MPV sebagai pilihan utama terutama yang memiliki kapasitas tujuh penumpang.

Sedianya, TAM sudah memiliki MPV lain mulai Grand New Avanza, Grand New Veloz, NAV-1, All-New Innova sampai yang termewah All-New Alphard. Segmen MPV disempurnakan dengan kehadiran Sienta.

Sienta diperkenalkan sebagai kendaraan dengan konsep multi activity vehicle (MAV). Konsep ini dikembangkan dengan konsep yang berbeda dibanding MPV sebelumnya. Sienta hadir sebagai kendaraan yang nyaman, stylish dan aman. Tak hanya nyaman dan mewah, Sienta juga punya unsur menyenangkan dan mudah dikendarai.

Sienta hadir untuk menjawab kebutuhan pasar Indonesia akan sebuah kenadaraan serba guna. Paling penting adalah sudah dirakit di Karawang dengan kandungan lokal cukup tinggi. Sienta hadir sebagai kendaraan serbaguna yang telah disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik masyaraka Indonesia, kata Wakil Presiden Direktur PT TAM Henry Tanoto, saat peluncuran Sienta di IIMS 2016 lalu.

Sienta akan berstatus buatan lokal dan dirakit di pabrik PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) di Karawang, Jawa Barat. Ini menandakan bahwa memang Sienta sudah disiapkan sebagai volume maker yang bersaing dengan produk laris Toyota lainnya.

Sienta menawarkan sensasi yang berbeda ketimbang kedua saudaranya, Avanza maupun Innova. Mobil ini berpenggerak depan, punya sepasang pintu geser (slide-door), dan bekalan transmisi CVT. Meski kapasitasnya sama, 1.5L, seperti Avanza, tetapi dipastikan mesinnya berbeda.

Bagikan ke

9 komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Artikel Lainnya
httpwwwbali toyotacom

Toyota Jadi Brand Mobil Paling Pengaruh di Dunia

Dipublish pada 21 June 2016 | Dilihat sebanyak 13.763 kali | Kategori: Agya, Alphard, Avanza, Camry, Corolla Altis, Dyna, Etios, Fortuner, Hiace, Hilux, Innova, Land Cruiser, Nav1, Rush, Sienta, Toyota FT 86, Veloz, Vios, Yaris

Toyota Jadi Brand Mobil Paling Pengaruh di Dunia TOYOTA Denpasar Bali– Majalah Forbes setiap tahunnya menerbitkan daftar merek paling berharga di dunia (most valuable brands). Lima teratas ditempati merek nonautomotif yang sudah sangat dikenal, yakni Apple, Google, Microsoft, Coca-Cola, dan Facebook.... selengkapnya

Fortuner28 GR Sport Bali

Toyota resmi meluncurkan New Fortuner 2.8 GR Sport

Dipublish pada 17 April 2022 | Dilihat sebanyak 903 kali | Kategori: Fortuner

Toyota Bali, Pada awal tahun 2022 PT Toyota Astra Motor (TAM) resmi meluncurkan New Fortuner 2.8 GR Sport di Indonesia. SUV ladder frame dari Toyota ini dibekali mesin baru yakni turbo diesel yang lebih besar yakni 1GD-FTV berkapasitas 2.755 cc.... selengkapnya

Bengkel Toyota Klungkung Bali

Bengkel Toyota Klungkung Bali 081339654288

Dipublish pada 11 September 2021 | Dilihat sebanyak 1.714 kali | Kategori: Bengkel Toyota Bali, Booking Service

Bengkel Toyota Klungkung Bali , Cari Service Center Toyota di Bali memudahkan Anda menemukan Service Center resmi Toyota di Bali. Temukan lebih dari 10 Service Center Toyota di Bali. Kami akan menyediakan semua informasi kontak mengenai Service Center Mobil Toyota... selengkapnya

httpwwwbali toyotacom

Toyota Kembangkan Teknologi yang Membantu Driver

Dipublish pada 25 October 2016 | Dilihat sebanyak 837 kali | Kategori: Toyota Lain

Toyota Kembangkan Teknologi yang Membantu Driver TOYOTA BALI, Toyota Motor Corporation (TMC) tidak ingin terburu-buru bergabung dengan perusahaan lain yang tengah sibuk mengembangkan teknologi otonom. Pabrikan asal Jepang itu lebih memilih mengembangkan selengkapnya